Rumah itu memiliki sejarah kelam, pernah menjadi penjara untuk menghukum blandong (penebang kayu). Teror juga mengintai dua anak buah Bapak, Sugeng (Sadana Agung) dan Kasno (Fajar Nugra).
Film ini bukan hanya menghadirkan kengerian tetapi juga tawa. Dalam kutipan di kanal YouTube-nya, Dodit Mulyanto mengungkapkan bahwa film ini mengingatkan pada masa kecilnya yang menakutkan namun menghibur.
“Ceritanya seperti ada yang mengenakan masa laluku. Menakutkan, serem, tapi menghibur. Aku ketawa lihat diriku sendiri,” ujarnya.
Di Instagram, Dodit juga bercerita tentang perjuangannya demi mendapatkan mainan Tamiyo yang diinginkan sejak lama.
“Saya harus ikut keluarga pindah ke rumah dinas di tengah Hutan Jati, hingga Bapak bisa naik jabatan. Namun ternyata rumah itu sudah ada ‘penghuninya’.” tulisnya.





