“Kita semua kompak tidak berjualan. Kita menuntut harga daging diturunkan, karena naiknya itu di tempat pemotongannya,” ujar Roni.
“Sekarang ini per-kilo Rp98 ribu, itu daging masih campur sama tulang, lemak, termasuk jeroan. Makanya kalau daging bersihny kita jual harga normal Rp110 ribu per-kilo enggak nutup modal. Makanya kita menuntut harga turun,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Ananta juga mendengar keluhan dari para pedagang daging sapi, yaitu jika terpaksa mereka mengambil daging dari Bulog, dikhawatirkan masyarakat tidak mau membeli.
Karena menurut Roni, daging yang sudah di-es kurang begitu diminati.
Masyarakat, terutama mereka yang membeli daging untuk dijual lagi sebagai bahan kuliner, lebih menyukai daging lokal yang baru saja memotong.






