Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama untuk Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin

oleh -90 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menggelar doa bersama tim penanggulangan bencana dan relawan di lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.Rabu (8/7/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menggelar doa bersama tim penanggulangan bencana dan para relawan untuk memohon kelancaran proses pemadaman kebakaran serta keselamatan seluruh personel yang bertugas dan masyarakat terdampak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (8/7/2026).

Menurut Bupati Maesyal, selain mengerahkan seluruh sumber daya untuk memadamkan api, pemerintah juga terus memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga dapat mempercepat proses pemadaman.

“Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqa agar Allah menurunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama-sama kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat,” ujar Maesyal.

Di sela kunjungannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin. Ucapan tersebut disampaikan saat melakukan monitoring di lokasi kebakaran yang kini memasuki hari kesembilan.

“Hari ini penanganan bencana kebakaran memasuki hari ke-9. Semua tim, baik dari pemerintah pusat, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, para relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, hingga bantuan dari Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang, serta Pemerintah Provinsi Banten, terus bekerja tanpa henti. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upaya yang telah diberikan,” katanya.

Ia menilai kolaborasi seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Alhamdulillah semuanya tetap semangat. Tadi kita masih melihat ada beberapa titik asap yang harus dipadamkan. Semua saling membantu dan bergandeng tangan dalam upaya pemadaman api ini,” ujarnya.

Maesyal menambahkan, proses penyiraman di titik-titik yang masih mengeluarkan asap terus dilakukan. Upaya tersebut diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan helikopter milik BNPB untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.

“Sinergi dan kolaborasi yang baik ini harus terus dipertahankan. Ke depan juga akan terus kita evaluasi agar tugas masing-masing semakin jelas sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam penanganan kebakaran ini,” tegasnya.

Selain fokus pada pemadaman, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus mengutamakan penanganan masyarakat terdampak. Layanan kesehatan dan kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, dipastikan tetap terpenuhi.

“Apabila asap mengarah ke permukiman, masyarakat langsung kami evakuasi ke kantor desa di Rajeg Mulya maupun Tanjakan Mekar. Petugas kesehatan selalu siaga, sementara kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, vitamin, dan suplemen juga kami siapkan agar masyarakat tetap sehat,” jelasnya.

Terkait rencana rekayasa cuaca, Maesyal mengatakan pemerintah masih menunggu perkembangan kondisi atmosfer berdasarkan informasi dari BMKG. Menurutnya, ketebalan awan di wilayah tersebut masih belum memenuhi syarat untuk pelaksanaan hujan buatan.

“Untuk rekayasa hujan, kami masih menunggu informasi dari BMKG. Saat ini kondisi awan masih sangat tipis sehingga belum memungkinkan dilakukan hujan buatan,” pungkasnya. (sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.