Sementara itu, untuk menghambat jumlah kendaraan yang masuk kedalam area pelabuhan, pihak ASDP diduga meminta bantuan Hutama Karya untuk melakuka sistem buka tutup jalur, mulai dari KM 38, 27, dan 14.
“Buka tutup jalur ini bukan kemauan kami, silahkan tanyakan pihak ASDP Bakauheni, kenapa mereka tidak mampu menampung pemudik yang berada di JTTS,” ujar salah satu petugas tol yang enggan disebutkan namanya.
Ini dilakukan pengelola JTTS, lantaran pihak ASDP khawatir adanya penumpukan kendaraan yang over kapasitas, sehingga bisa berakibat fatal.
“ASDP kapalnya mungkin sedikit, trus proses bongkar muat memakan waktu lama, makanya kendaraan banyak kami tahan didalam tol, agar tidak ada kemacetan parah diarea pelabuhan,” imbuhnya.








