5 Penyakit yang Sering Kambuh Saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

oleh -294 Dilihat
Ilustrasi seorang wanita merasakan nyeri lambung saat sahur. Perubahan pola makan selama Ramadan dapat memicu kambuhnya maag dan gangguan pencernaan jika tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat. (ChatGPT Image)

BANTENNOW.COM, TANGERANG,- Menjalani ibadah puasa Ramadan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas harian kerap memicu kekambuhan sejumlah penyakit, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu.

Menurut dr. Irviana Adyada, Dokter Umum dari RS Sari Asih Bintaro, tubuh membutuhkan proses adaptasi saat beralih dari pola makan normal ke pola puasa. Tanpa persiapan yang tepat, berbagai keluhan bisa muncul dan mengganggu kekhusyukan ibadah.

Berikut lima penyakit yang rentan kambuh saat Ramadan beserta tips mengatasinya:

1. Maag dan GERD

Gangguan lambung menjadi keluhan paling umum selama puasa. Lambung yang kosong lebih dari 12 jam dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Penyebab:

Langsung tidur setelah sahur

Makan berlebihan saat berbuka

Konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak berlebih

Solusi dr. Irviana:
“Hindari posisi berbaring setidaknya 1–2 jam setelah sahur. Saat berbuka, mulailah dengan porsi kecil dan hindari makanan yang memicu gas atau iritasi lambung.”

2. Dehidrasi Berat

Kekurangan cairan dapat menyebabkan lemas, pusing, gangguan konsentrasi, hingga risiko gangguan fungsi ginjal.

Penyebab:

Kurang minum air putih antara waktu berbuka hingga sahur

Konsumsi minuman berkafein berlebihan

Solusi:
Terapkan pola minum 2-4-2:

2 gelas saat berbuka

4 gelas di malam hari

2 gelas saat sahur

Kurangi konsumsi kopi dan teh karena bersifat diuretik (memicu buang air kecil lebih sering).

3. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Kondisi ini berisiko terjadi pada penderita diabetes atau mereka yang melewatkan sahur.

Penyebab:
Tubuh kehabisan cadangan glukosa sebagai sumber energi utama.

Solusi:

Jangan pernah melewatkan sahur

Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, atau oatmeal

Kombinasikan dengan protein agar gula darah lebih stabil sepanjang hari

4. Konstipasi (Sembelit)

Perubahan pola makan dan kurangnya asupan serat sering menyebabkan buang air besar tidak lancar.

Penyebab:

Minim konsumsi sayur dan buah

Kurang aktivitas fisik

Solusi:
Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung sayuran hijau dan buah-buahan. Tetap lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki agar metabolisme tetap optimal.

5. Sakit Kepala (Migrain)

Keluhan ini kerap muncul pada pekan pertama Ramadan.

Penyebab:

Gejala putus kafein

Kurang tidur

Anemia

Solusi:
Perbaiki pola tidur dengan beristirahat lebih awal setelah tarawih. Kurangi konsumsi kafein secara bertahap sebelum Ramadan untuk mencegah efek withdrawal.

Tips Sehat Ramadan dari dr. Irviana

Jangan “Balas Dendam” Saat Berbuka
Makan berlebihan justru membuat perut kaget dan memicu rasa kantuk berlebihan.

Perhatikan Keseimbangan Nutrisi
Pastikan asupan mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan serat dalam proporsi seimbang.

Konsultasikan Penyakit Kronis
“Bagi penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya, sangat penting berkonsultasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat selama berpuasa,” tegasnya.

Puasa yang sehat dimulai dari kedisiplinan dalam memilih menu sahur dan berbuka. Jika keluhan kesehatan menetap atau memburuk, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

No More Posts Available.

No more pages to load.