“Ya, daripada ruangan nganggur, lebih baik diberdayakan. Itu juga bisa jadi tempat buat ibu-ibu nunggu anak-anaknya yang sedang bimbingan belajar, sekaligus juga sambil jajan di cafe saya,” ujarnya.
Rencananya juga lanjut dia, Cafe New Normal akan difungsikan sebagai tempat kegiatan atau aktifitas literasi dan edukasi, termasuk tempat diskusi serta pengajian bulanan.
“Saya pengen mengubah cafe yang tadinya cuma tempat nongkrong menjadi tempat literasi dan Edukasi. Saya sedang atur jadwal diskusi dan pengajian bulanannya di cafe ini,” paparnya.
Bagus juga berharap, modal yang dinvestasikan di Cafe New Normal bisa kembali dalam tiga bulan kedepan. “Saya berharap ada 30 pengunjung lebih dalam setiap hari, dengan segmentasi konsumennya keluarga dan -anak muda,” terangnya.
Ia sengaja memberi nama Cafe New Normal karena lahir di era pandemi Covid-19, dan berharap menjadi motivasi buat anak anak muda agar tidak terus larut di masa-masa sulit karena pandemi ini.
“Kita jangan menunggu, tapi harus berani bangkit dan bergerak untuk kehidupan baru,” jelasnya. (bud)





