“Setelah belajar menghafal Quran dengan bimbingan para guru dan nyai, saya ulang lagi di kamar, nderesan. Itu sangat membantu hafalan Quran saya,” ucap Opah, yang memiliki dua kakak sebagai penghafal Quran juga, H. Entus Miftahurrazaq dan H. Miftahul Hadi
Melalui sistem pembelajaran seperti itu, di MA kelas 11 Opah sudah hafal 30 juz. Namun untuk sampai pada tahap wisuda sebagai penghafal Quran 30 juz, membutuhkan persiapan yang matang selama satu tahun.
Menurut dia, banyak kenikmatan selama dirinya hanya memfokuskan diri belajar menghafal Quran. Salah satunya menjadi lebih cepat dalam menangkap pelajaran-pelajaran di sekolah.
“Menghafal Quran itu tidak mudah. Paling sulit menjaga hafalannya karena ada kontrak seumur hidup. Artinya hafalan itu akan dibawa sehidup semati. Di akherat pun akan dipertanyakan hafalan itu,” katanya.





