Nantinya Bumdes bersama Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis) bersama-sama merumuskan kembali bagai mana Talaga Biru Cigaru berkembang. Terkait insiden kemarin, dikatakan cukup memprihatinkan dan pelajaran ke depan.
“Kami ikut prihatin dengan insiden tenggelamnya wisatawan asal bandung, pelajaran bagi kami untuk mengelola ini semua,” ucapnya.
Talaga biru Cigaru merupakan galian tambang pasir yang dahulunya terus menjadi danau hingga sekarang. Luas Cigaru hampir lebih kurang 9 hektar dan dimiliki perorangan.
Pengelolaannya oleh swadaya masyarakat. Di setiap danau menjadi obyek wisata yang menjadi pilihan.
Talaga biru cigaru dilengkapi dengan flaying fox, perahu bebek, sampan eretan yang sudah dihiasi ornamen, dan spot selfi sering dikunjungi oleh anak muda, keluarga dan anak-anak untuk berlibur.
Baca Juga: Festival Cisadane Masuk ‘Calender Of Event’ Kementerian Pariwisata
Ibu Lena (51) wisatawan asal pulau Sumatra Palembang mengunjungi danau Cigaru sabtu, (22/6/19), mengaku mendapatkan informasi Talaga biru Cigaru dari media sosial.
“Tempatnya bagus sesuai dengan apa yang ada di medsos. Pertama saya tahu dari media sosial. Lantas kami berkunjung ke Tangerang dan rekreasi kesini,” ungkapnya. (bn)






