Hari minggu kejadian insiden tenggelam itu masih sempat mendapatkan Rp700 ribu. Satu minggu pasca kejadian, hanya mampu Rp300 ribu.
“Saya hanya berdagang minuman, makanan kecil hingga menyiapkan roko, dan cemilan. Masyarakat dan pedagang di Cigaru, ingin kondisi wisata ini bangkit kembali hingga dapat menopang kehidupan kami disini,” ungkapnya.
Saat libur lebaran tanggal 6 juni hingga 9 juni 2019, hampir 40 ribu pengunjung setiap pekan didanau Cigaru. Selain wisata lokal yang terjangkau wisata Cigaru pun, murah dan sering dari berbagai daerah di Banten berkunjung.
Akses yang digunakan mulai dari pengendara motor setiap harinya 800 sampai dengan 1000 motor. Untuk kendaraan mobil 50 hingga 1000 jika libur panjang dan hari-hari libur nasional. Belum lagi pejalan kaki di daerah sekitarnya.
Baca Juga: Media Bantu Promosi Pariwisata Banten
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cigaru Kecamatan Cisoka Wito, mengaku akan kembali berbenah mulai dari tower keamanan wisata, hingga papan informasi di sekitar obyek wisata Talaga Biru Cigaru. Nantinya akan membuat sarana dan prasarana lebih memadai.
“Kecelakaan kemarin menjadi pelajaran bagi kami. Sehingga lebih jeli dan dewasa mengelola obyek wisata ini, Talaga biru cigaru potensi desa kami,” tandasnya.






