Meski demikian, kata Kapolsek, banjir yang merendam dua kampung ini merupakan kali pertama dialami warga. “Luapan air dari Sungai Cidurian merupakan banjir musiman karena ada kiriman air dari wilayah Jasinga, tapi baru kali ini sampai merendam pemukiman. Biasanya, luapan air sungai hanya di sekitar bantaran sungai,” terang Iqbal.
Untuk keamanan warga, kata Kapolsek, pihak PT PLN melakukan pemadaman aliran listrik. Sementara untuk mengantisipasi adanya tindakan penjarahan, pihaknya dibantu personil Polres Serang dan TNI melakukan patroli. “Disamping evakuasi warga, kami pun melakukan pengawasan untuk mengantisipasi penjarahan,” tandasnya.
Adapun dampak terparah akibat banjir, dialami warga Kampung Panunggulan, Desa Mekar Baru. Berdasarkan laporan dari Danramil 0221/Kopo, pada Kamis (2/1/2020), sekira pukul 06.30 WIB, di Kampung Panungulan, RT 10/03, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, telah di temukan mayat korban banjir.






