BANTENNOW.COM, PANDEGLANG – Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah kembali menyentuh wilayah Kabupaten Pandeglang.
Melalui program tersebut, ruas Jalan Majau–Mekarwangi di Kecamatan Saketi kini rampung dibangun dan resmi dimanfaatkan masyarakat setelah puluhan tahun berada dalam kondisi rusak.
Pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar empat meter itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun 2025 sebesar Rp3,84 miliar. Proyek ini menjadi bagian dari percepatan pemerataan infrastruktur desa.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan kebijakan tersebut diambil demi memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini belum tersentuh pembangunan secara optimal.
“Jalan desa memang bukan kewenangan gubernur, namun kami kerjakan sebagai bentuk tanggung jawab agar negara benar-benar hadir. Sudah terlalu lama masyarakat desa menghadapi kondisi jalan yang tidak layak,” ujar Andra Soni saat meninjau ruas Jalan Majau–Mekarwangi, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jalan ini tidak berhenti di satu titik, melainkan akan terus dikoneksikan dengan wilayah lain guna membuka akses yang lebih luas.
“Ke depan akan tersambung ke desa-desa lain seperti Mekarwangi hingga wilayah Saketi–Bojong. Ini akan menjadi jalur alternatif yang memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik akan berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, keagamaan, hingga distribusi hasil pertanian.
“Kalau jalan sudah bagus, aktivitas menjadi lancar. Anak-anak lebih mudah ke sekolah dan hasil bumi bisa diangkut dengan biaya lebih murah,” ujarnya.
Andra Soni juga mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk pembangunan, seperti jalan, pendidikan, dan kesehatan. Manfaatnya sudah dirasakan bersama,” tambahnya.
Tokoh masyarakat Majau, Kholilullah, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan yang telah lama dinantikan warga. Ia menggambarkan kondisi sebelumnya yang sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga yang membawa hasil panen juga kesusahan. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak jalan tersebut rampung, akses masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat aktivitas lainnya menjadi jauh lebih lancar.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Majau. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten yang telah merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.
“Ini jalan yang sudah puluhan tahun dinantikan. Sekarang sudah sangat layak dan membantu aktivitas warga,” katanya.
Meski demikian, pihak desa masih mengusulkan lanjutan pembangunan pada sejumlah ruas lain, seperti Majau–Geredug Bojong sepanjang 700 meter serta akses menuju Bojong Mangga yang menjadi jalur vital bagi kawasan pertanian.
“Mayoritas warga kami petani dengan hasil panen besar. Jika akses jalan ke Bojong Mangga bisa diperbaiki, kami yakin ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” pungkasnya.(way).





