Dengan memberikan pilihan lokasi alternatif yang sesuai dengan kebutuhan, diharapkan para pedagang akan dapat memilih dengan bijak untuk menunjang kelangsungan usaha mereka.
“Bagi masyarakat yang biasa berbelanja di Pasar Anyar, bisa menemui juga pedagang langganannya yang sudah pindah ke Metropolis. Dan bagi pedagang yang belum pindah, memang kami menyiapkan beberapa tempat,” pungkasnya.
“Kami beri pilihan kepada pedagang. Kalau yang mau ke Metropolis, saya lihat tempatnya lebih nyaman dan rute Angkotnya akan segera disiapkan. Mudah-mudahan dengan kondisi yang di sini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman,” sambungnya.
Salah satu tantangan utama adalah penolakan dari sebagian pedagang, yang menimbulkan kebutuhan akan komunikasi yang lebih intensif dan pembukaan dialog yang lebih luas.
“Saya ke Metropolis ini untuk melihat kondisi pedagang Pasar Anyar yang sudah pindah ke sini. Saya lihat kondisi mereka di sini, bagaimana kiosnya, dan pedagangnya,” terang Pj.






