“Di sisi lain, ini berarti bahwa semakin besar pula jumlah orang yang mencari pekerjaan yang akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan, khususnya masalah penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai. Permasalahan mengenai kesempatan kerja ini menjadi semakin penting dan mendesak, karena pertumbuhan angkatan kerja yang lebih cepat daripada pertumbuhan kesempatan kerja yang tersedia,” tambahnya.
Berdasarkan beberapa hal diatas, masih kata Syafrudin, maka perlu diselenggarakan kegiatan pameran bursa kerja (job fair) Kota Serang 2019, guna memfasilitasi pertemuan antara par pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja (perusahaan).
Dirinya berharap, melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa mempercepat pertemuan antara kedua belah pihak baik pencari kerja maupun perusahaan, dimana kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung, sehingga mempercepat proses penempatan.
“Harapannya tentu pengguna tenaga kerja atau perusahaan dapat menyediakan dan menginformasikan lowongan pekerjaan serta melakukan seleksi awal untuk mencari calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sedangkan pencari kerja dapat mengetahui informasi lowongan kerja yang up to date dan memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Syafrudin mengajak semua pihak untuk tetap semangat dan ‘Aje Kendor’ dalam rangka membangun Kota Serang yang berdaya dan berbudaya.
“Dengan mengucap bismilahirrohmanirrohim, pameran bursa kerja (job fair) kota serang tahun 2019, resmi saya buka,” ucapnya saat membuka kegiatan, dilanjutkan dengan pemukulan rebana secara simbolis.





