Peringatan Harganas yang meriah ini juga merupakan puncak dari semangat para pejuang Keluarga Berencana (KB) untuk tidak hanya memperluas program KB tetapi juga memperkuat Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana.
“Momentum Harganas ini diharapkan dapat menjadi ajang sosialisasi kepada keluarga untuk membantu percepatan penurunan stunting,” tambahnya.
Saat ini, angka prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, adalah sebesar 26,4%. Masih terdapat target besar untuk menurunkan angka tersebut menjadi 18,8% pada tahun 2025.
“Salah satu intervensi penting adalah memperhatikan kualitas remaja perempuan, terutama dari sisi asupan gizi. Jika tidak mendapatkan edukasi dan asupan gizi dengan benar, di masa depan mereka berpotensi melahirkan bayi-bayi stunting baru,” jelas Soma Atmaja.







