Pemkot Tangsel Siapkan Pembongkaran Ruko Terdampak Ledakan di Pasar Cimanggis

oleh -35 Dilihat
Ledakan di Ciputat
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, meninjau ruko terdampak ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus mengantisipasi risiko keruntuhan dan menentukan langkah penanganan lanjutan.

BANTENNOW.COM, CIPUTAT — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memprioritaskan keselamatan warga dalam menangani ruko terdampak ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam.

Bangunan dengan kerusakan struktur berat direncanakan dibongkar untuk mencegah risiko keruntuhan.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, meninjau lokasi bersama jajaran DPRD dan perangkat daerah terkait pada Senin (19/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, sekitar delapan bangunan diketahui terdampak langsung dan akan diperiksa tim penilik bangunan dari Dinas Cipta Karya.

Delapan Bangunan Perlu Diperiksa

Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan kondisi struktur dan menentukan langkah penanganan. Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan perubahan bentuk struktur (buckling) serta retakan (cracking) pada kolom, balok induk, dan pelat lantai.

“Kami tadi melihat memang kondisinya kalau saya lihat kasat mata tadi ya nanti mungkin bisa ditindaklanjuti oleh teman-teman Cipta Karya,” ujar Pilar.

“Karena memang terjadi buckling (perubahan bentuk) dan juga cracking (retakan) di struktur kolom dan juga balok induk ya, balok dan juga plat lantainya,” jelasnya.

Pilar mengingatkan bahwa kerusakan tersebut berpotensi membahayakan warga, termasuk orang yang melintas atau mencari barang di sekitar bangunan.

“Bahaya, takutnya ada orang yang melewati, melintasi atau misalkan ada teman-teman pemulung yang ngambil di situ ada retakan ya,” ungkapnya.

Ia menilai pembongkaran perlu segera ditangani untuk mengantisipasi kemungkinan bangunan runtuh.

“Khawatir terjadi runtuhan karena saya cek ini tidak bisa didiamkan (tidak dibongkar) dalam waktu dekat,” tegasnya.

Pembongkaran Dikoordinasikan dengan Pemilik

Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan perusahaan pemilik ruko karena bangunan tersebut masih menjadi aset perusahaan dan belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah.

Pembongkaran dapat dilakukan pemilik secara mandiri dengan memenuhi standar teknis dan keselamatan yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau pihak (pemilik) ruko mau bongkar sendiri tapi harus dengan standar yang kita punya,” kata Pilar.

Jika pemilik tidak mampu melaksanakannya, Pemkot Tangsel membuka kemungkinan mengambil alih proses pembongkaran.

“Ttapi kalau tidak mampu, kami yang akan melakukan pembongkaran,” lanjutnya.

Relokasi dan Bantuan Pedagang

Selain keselamatan warga, Pemkot Tangsel memperhatikan pedagang yang aktivitas usahanya terganggu akibat kerusakan ruko. Pemerintah membuka kemungkinan relokasi ke lokasi yang aman dan sesuai untuk kegiatan perdagangan.

“Kemungkinan kalau misalkan ada tempat yang memungkinkan, yang aman, yang sesuai, bisa saja direlokasi,” ujar Pilar.

Ia menyebut koordinasi dengan perusahaan pemilik ruko diperlukan untuk membahas kemungkinan lokasi relokasi, termasuk opsi tempat di lingkungan ruko tersebut.

“Tapi lebih baik mungkin kalau ada di lingkungan ruko ini, makanya kita akan panggil perusahaan terkait,” tuturnya.

Adapun kemungkinan bantuan atau ganti rugi bagi pedagang masih perlu dikaji, terutama terkait ketentuan yang menjadi dasar penggunaan anggaran daerah.

Santunan bagi Korban

Pemkot Tangsel juga berencana berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial untuk menjajaki pemberian santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta bantuan bagi korban luka-luka. (afa)

No More Posts Available.

No more pages to load.