“Revisi tata ruang ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana kita menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar setiap keputusan memberikan manfaat nyata,” ujar Sachrudin.
Pernyataan tersebut mempertegas pentingnya sinergi antara kebijakan publik dan keterlibatan masyarakat. Melalui forum ini, warga memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan saran demi pembangunan yang inklusif dan adil.
Bacaan Lainnya:
Menutup kegiatan, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan mengapresiasi antusiasme peserta dalam memberikan masukan konstruktif, khususnya terkait infrastruktur drainase dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Mari jaga, majukan, dan cintai kota kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?” serunya penuh semangat.
Maryono juga menegaskan pentingnya kedisiplinan PKL untuk berdagang sesuai zona agar ketertiban dan keindahan kota tetap terjaga.






