Dirinya juga menghimbau, kepada para relawan yang hendak terjun di lokasi, selain membawa bantuan dalam bentuk makanan (roti/kue), obat-obatan, beras, telur, atau sembako, diharapkan bisa membawa peralatan seperti cangkul dan sekop untuk membuka jalan.
“Relawan yang mau ke lokasi bencana, mending bawa cangkul atau sekop untuk buka jalan. Kalo selfie nanti aja di mall,” tegasnya.
Sementara, berdasarkan informasi dari sejumlah insan pers yang saat ini berada di lokasi, adapun kebutuhan yang paling diharapkan bisa sampai ke pengungsi saat ini diantaranya, peralatan mandi, baju bayi dan balita, pampers dan pembalut wanita, bubur instan balita atau makanan cepat saji lainnya selain mie instan.
“Baju bayi dan balita sampai saat ini kurang, bahkan nyaris tidak ada, pampers dan pembalut wanita, dan bubur instan balita. Karena mereka setiap waktu dari pagi sampe malam makannya mie instan. Kebutuhan lain seperti alas tidur dan selimut, serta obat-obatan seperti minyak kayu putih dan minyak telpon juga sangat diperlukan, termasuk pakaian dalam wanita,” tulis Siti Ma’rufah salah satu kontributor TV Swasta Nasional di sebuah grup Alumni Pecinta Alam.






