“Kalau dulu di zaman saya masih diajari menulis stenografi, menulis ringkas dan cepat yang biasa dipakai untuk menyalin pembicaraan. Tapi sekarang sudah cukup hanya direkam dari pembiaraan bias langsung ditranslate, perkembangan hari ini sudah begitu sangat maju,” kenangnya.
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Banten Wahyu Hariyadi salah satu narasumber mengapresiasi workshop jurnalistik yang diadakan oleh Marala.
“Remaja masjid juga perlu mengikuti pelatihan jurnalistik dasar. Agar paham dan mengerti bagaimana sebuah berita diproduksi oleh perusahaan media hingga dipublikasikan,” terangnya.
Shelli, nara sumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya memberikan materi seputar bagaimana teknik reportase, dan rumus berita. Menurutnya dewasa ini, di tengah semakin maraknya berbagai media sosial, berimplikasi pada pola baru penyebaran informasi dan komunikasi melalui media online.





