“Begitu masifnya arus informasi melalui social media, masyarakat semakin mudah mengakses informasi tentang berita dan peristiwa yang terjadi di berbagai tempat tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Fenomena tersebut, di sisi lain menyebabkan adanya distorsi informasi dan banyaknya berita“hoax” yang tidak jelas asal-usulnya serta tidak dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Peserta yang mengikuti workshop jurnalis DPP Marala berjumlah 27 orang. Berbagai amanah lain tekah dan akan dilaksanakan. Diantaranya, pendidikan formal yang bekerjasama dengan salah satu peguruan tinggi serta program keahlian IT sebagai peningkatan sumber daya manusia bagi pemuda tiap tahun. (sdr)





