Ia menambahkan, keakuratan data bukan sekadar angka atau laporan rutin, melainkan kunci utama yang menentukan arah kebijakan.
Dengan data yang valid, pemerintah dapat merumuskan langkah strategis yang tepat, menyesuaikan intervensi dengan kebutuhan masyarakat, serta memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Karena dengan data yang valid, kita bersama bisa merumuskan dan menentukan langkah selanjutnya yang lebih sesuai dan efektif,” lanjutnya.
Bacaan Lainnya:
Selain itu, Intan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara OPD dan berbagai pihak dinilai perlu terus diperkuat agar intervensi bisa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Sinergitas dan kolaborasi semua pihak lintas sektor harus terus dikuatkan dan ditingkatkan supaya kasus baru stunting bisa ditekan sekecil mungkin dan penanganannya pun maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar setiap kecamatan melakukan penilaian mandiri terkait pelaksanaan program, termasuk Posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta penanganan ibu hamil dan balita dengan gizi buruk.







