Kementerian Kebudayan dan JMSI Kolaborasi Majukan Kebudayaan Nasional

oleh -277 Dilihat
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menerima audiensi pengurus JMSI di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

BANTENNOW.COM, JAKARTA,- Dalam rangka memajukan kebudayaan nasional sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, Kementerian Kebudayaan menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menerima audiensi pengurus JMSI di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Fadli menyatakan kepercayaan terhadap kredibilitas dan komitmen JMSI sebagai salah satu konstituen Dewan Pers dalam menumbuhkembangkan kebudayaan nasional.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menegaskan kesiapan organisasinya untuk membangun komitmen bersama dan berkolaborasi mengangkat serta mempromosikan kebudayaan Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Fadli menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya peran media dalam memperluas apresiasi serta promosi kebudayaan.

“Ini hal yang sangat baik, karena media dapat menjadi sarana apresiasi sekaligus promosi kekayaan budaya kita,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, penguatan kebudayaan memiliki landasan konstitusional yang kuat. Fadli merujuk Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Menurutnya, kebudayaan sebagai aspek immaterial harus ditempatkan sebagai fondasi sebelum membahas aspek material pembangunan sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945. Identitas, nilai, dan narasi kebangsaan, kata dia, merupakan dasar penting dalam memperkuat kedaulatan bangsa.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, saat ini tengah menghimpun dan mendigitalisasi cerita rakyat serta mitologi Nusantara.

“Cerita rakyat kita sangat banyak, termasuk mitologi. Ini yang sedang kami himpun dan digitalisasi. Jumlahnya sekitar 7.000,” katanya.

Ribuan cerita tersebut tersebar dari Sabang hingga Papua dan dinilai memiliki potensi besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Teguh menambahkan, kemampuan membangun narasi dari mitologi dan cerita rakyat perlu diperkuat agar dapat dibaca dan dipahami secara luas. Dengan jaringan sekitar 900 perusahaan pers daring yang tergabung, ia meyakini JMSI dapat berkontribusi dalam promosi budaya secara berkelanjutan.

Selain penguatan narasi budaya, Fadli juga memaparkan sejumlah temuan sejarah yang tengah dikaji, termasuk titik pendaratan pertama saudagar Belanda Cornelis de Houtman di Banten. Ia menjelaskan, pergeseran garis pantai akibat sedimentasi menyebabkan perubahan posisi daratan sekitar satu kilometer dibandingkan peta lama.

Di tingkat internasional, Indonesia tengah menunggu pengumuman dari UNESCO terkait pengakuan tempe sebagai warisan budaya Indonesia.

“Mungkin akhir tahun ini,” ujar Fadli.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga sedang mengajukan sejumlah warisan budaya tak benda lainnya, termasuk kuliner seperti rendang, serta mendorong pendaftaran objek budaya benda selain batik ke UNESCO.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan media, diharapkan promosi dan penguatan kebudayaan Indonesia dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan di panggung global.

Usai pertemuan, Fadli dan Teguh saling bertukar buku. Fadli menyerahkan buku berjudul The Wonder of Indonesian Wayang yang mengulas koleksi wayang miliknya. Sementara itu, Teguh menyerahkan buku Reunifikasi Korea: Game Theory yang diangkat dari disertasinya pada program doktoral Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.