Kapolresta Tangerang Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial dan Jauhi Cyberbullying

oleh -128 Dilihat
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah saat memberikan amanat sekaligus edukasi tentang bahaya cyberbullying kepada ratusan pelajar SMAN 13 Kabupaten Tangerang. Senin (2/11/2026).

BANTENNOW.COM, TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah mengajak para pelajar untuk bijak menggunakan media sosial serta menjauhi segala bentuk perundungan siber atau cyberbullying.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina upacara dalam kegiatan sosialisasi Poldik di SMAN 13 Kabupaten Tangerang, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti sekitar 500 peserta didik, dewan guru, serta jajaran kepolisian.

Dalam amanatnya, Kapolresta menegaskan bahwa perundungan tidak hanya terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung melalui media sosial.

Menurutnya, tindakan seperti menghina, mempermalukan, menyebarkan foto atau video tanpa izin, memberikan komentar merendahkan, hingga mengajak orang lain membenci seseorang merupakan bentuk kekerasan yang dapat berdampak serius terhadap korban.

“Jangan menganggap bahwa menyakiti orang lain melalui media sosial adalah sesuatu yang sepele. Satu komentar dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. Satu unggahan dapat merusak nama baik seseorang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jejak digital dapat meninggalkan dampak jangka panjang. Karena itu, pelajar diminta membiasakan diri berpikir sebelum mengetik, membagikan informasi, maupun mengikuti ajakan orang lain di dunia maya.

“Jari kita mungkin kecil, tetapi apa yang kita tulis di media sosial memiliki dampak yang sangat besar. Sesuatu yang kita anggap sebagai candaan bisa menjadi luka yang dibawa seseorang dalam waktu yang sangat lama,” ujarnya.

Selain menyoroti perundungan siber, Kapolresta juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi aktivitas gangster jalanan, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.

Ia menegaskan bahwa membawa senjata tajam, melakukan kekerasan, mengganggu pengguna jalan, serta bergabung dengan kelompok yang meresahkan masyarakat bukanlah bentuk keberanian maupun prestasi. Perilaku tersebut justru dapat merusak masa depan generasi muda.

Kapolresta menambahkan, pendidikan di tingkat SMA bukan sekadar mengejar nilai akademis, melainkan juga menjadi proses pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.

“Jadilah pelajar yang aktif, disiplin, jujur, dan bekerja keras. Masa depan tidak dibangun dengan tawuran, kekerasan, penghinaan, atau kebencian. Masa depan dibangun dengan pendidikan, prestasi, tanggung jawab, dan karakter yang baik,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Kapolresta berharap para pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, saling menghargai, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMAN 13 Kabupaten Tangerang Musli, M.Pd., Kasat Binmas Polresta Tangerang AKP Yan Hendra, S.H., M.H., Waka Polsek Pasar Kemis AKP Sutikno, Kasi Humas Polresta Tangerang IPDA Tri Laksono, Bhabinkamtibmas Desa Sindang Panon Bripka Rizal, serta para guru.

Kegiatan berakhir pukul 07.50 WIB dalam situasi aman dan kondusif.

Melalui edukasi dan pendekatan ke lingkungan pendidikan, Polresta Tangerang terus mendorong keterlibatan pelajar dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus membangun budaya bermedia sosial yang sehat demi mewujudkan generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. (jt)

No More Posts Available.

No more pages to load.