Kakanwil HAM Banten Puji Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang

oleh -60 Dilihat
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten, Dr. Menase Kadepa.saat melakukan kunjungan kerja dan diterima langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Selasa (6/10/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten, Dr. Menase Kadepa.

Hal tersebut disampaikan Menase saat melakukan kunjungan kerja dan diterima langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Selasa (6/10/2026).

“Kerukunan di Tangerang itu luar biasa. Indonesia harus mengambil contoh dari Tangerang,” ujar Menase.

Menurutnya, keberagaman agama dan masyarakat di Kabupaten Tangerang selama ini dapat berjalan berdampingan dengan aman, damai, dan tertib. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.

“Saya hadir langsung di Tangerang bersama Bapak Bupati. Pak Bupati sudah mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan dengan tuntas. Hari ini saya menerima laporan yang jelas, masalahnya sudah selesai,” ungkapnya.

Menase mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk terus menjaga kondusivitas dan keamanan wilayah. Menurutnya, keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan kekuatan sekaligus cerminan Indonesia dalam skala kecil.

“Tangerang itu damai, aman, dan tenteram. Daerah lain harus belajar dari Tangerang,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang selama ini telah terjaga dengan baik. Bahkan, keberadaan tempat ibadah yang berdampingan di sejumlah wilayah telah menjadi hal yang biasa.

“Masjid bersebelahan dengan gereja itu bukan hal yang aneh di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Semua unsur umat beragama bisa hidup rukun dan saling bertoleransi,” ujar Maesyal.

Ia menyebut Kabupaten Tangerang merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama yang telah hidup berdampingan sejak lama.

“Segala suku dan agama ada di Kabupaten Tangerang. Kita hidup rukun dan saling bertoleransi,” jelasnya.

Maesyal menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak akan membiarkan persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan berlarut-larut. Setiap persoalan akan direspons secara cepat melalui komunikasi dan penyelesaian bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta unsur terkait lainnya.

“Ketika ada permasalahan, kita langsung diskusi dan duduk bersama. Kita respons cepat agar persoalan tidak melebar dan tidak berkepanjangan,” tegasnya.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.