Selain ekonominya yang sulit, Eliyana juga mendiami rumah yang tidak layak yang berdiri di tanah milik Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) dengan ukuran 4×4 dan harus tidur berhimpitan dengan ketiga anaknya.
Reni menuturkan, rumah yang ditempatinya itu adalah rumah peninggalan dari mendiang orang tuanya yang sudah lama meninggal.
Baca Juga: 102 Ribuan Spesimen Diperiksa, 10 Ribu Lebih Positif Covid-19
“Rumah yang saya tempati iki (ini) rumah peninggalan wong tue (orangtua) kite (saya). Jadi semenjak ditinggal pergi oleh suami saya tidak ada penghasilan apa-apa, terlebih semenjak mewabahnya pandemi virus corona saya hidup dari belas kasihan orang lain, dan para tetangga yang iba melihat keadaan saya,” tutur Reni dengan berlinang air mata menceritakan hidupnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Apalagi lanjut janda anak tiga ini, di bulan puasa ini, dirinya mengaku bingung untuk sahur dan berbuka puasa harus makan apa, karena saat ini tidak ada persedian untuk bekal di bulan puasa.





