Produksi topi bambu ini kemudian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Tangerang. Baik anak-anak maupun orang dewasa turut serta dalam proses pembuatannya, sehingga menjadikan topi bambu sebagai simbol kebanggaan Kabupaten Tangerang.
Pada masa kolonial Belanda, topi bambu ini bahkan menjadi salah satu barang ekspor utama yang populer di Eropa dan Amerika Latin, digunakan oleh tentara Koninklijke Netherlands Indie Leger (KNIL) dan masyarakat umum di luar negeri.
Bacaan Lainnya:
Hingga kini, kerajinan topi bambu tetap bertahan sebagai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kerajinan ini tidak hanya mencerminkan kreativitas masyarakat Kabupaten Tangerang, tetapi juga membawa nilai-nilai moral yang bersifat universal.
BACA JUGA: Topi Bambu Tangerang Dipamerkan di Bandara Soetta
Bambu, sebagai bahan utama, juga digunakan dalam pembuatan alat musik dan properti kesenian, memperkaya ekspresi budaya di daerah ini.






