Pada Rakor ini, yang dihadiri oleh Kepala Puskesmas serta lurah-lurah dari lokus penanganan stunting se-Kota Tangerang, Herman menjelaskan bahwa berbagai program telah dilaksanakan oleh Pemkot Tangerang untuk menangani masalah ini.
“Kami terus mengoptimalkan program seperti Gerakan Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), Dapur Sehat Anak Stunting (Dashat), serta program Satu Telur Satu Minggu (Satesami) yang melibatkan para ASN Kota Tangerang,” jelasnya.
Bacaan Lainnya:
Herman menambahkan bahwa Rakor dan diseminasi AKS ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab risiko stunting di Kota Tangerang. Dari identifikasi ini, dilakukan analisis untuk memberikan rekomendasi upaya pencegahan yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Hasil identifikasi ini sangat penting untuk merumuskan strategi-strategi yang tepat dalam memperbaiki situasi stunting di wilayah kita,” tegas Herman.





