Jobs dikenal sebagai pendongeng tingkat wahid.
Ya, dongeng memang hebat bin dahsyat. Ia bisa membangun peradaban puluhan tahun, ratusan, ribuan tahun dan bahkan sepanjang hidup dan kehidupan. Tapi, anehnya di negeri ini, jarang sekali pendongeng dan sedikit sekali guru yang pandai mendongeng.
Padahal sejarah negeri ini adalah negeri penutur, negeri pengisah dan negeri yang sangat kaya dan bertaburan dengan budaya lisan. Anak-anak bangsa ini umumnya lahir dari lingkungan dan peradaban pengisahan.
Jika melihat pada sejarah peradaban itu semestinya di negeri ini banyak sekali pendongeng, bahkan negeri ini menjadi lumbung pendongeng di dunia. Namun potensi budaya ini mati. Hadeuh.
Pemerintah sejak dulu sudah ganti-ganti presiden dan juga sudah berganti-ganti menteri pendidikan dan kebudayaan pula, tapi potensi dongeng tidak pernah dikembangkan oleh mereka. Kata anak-anak ABG sekarang mah, mereka gagal paham.
Padahal anak-anak yang dididik dengan budaya dongeng itu, bisa berpengaruh terhadap kemajuan dan perkembangan suatu bangsa dan negara dalam puluhan,






