Roman menambahkan, erupsi yang membuat longsoran di GAK pada 2018 lalu menimbulkan tsunami juga diiringi dengan dentuman keras hingga menggetarkan kaca-kaca jendela pemukiman warga di pesisir Carita.
“Sekarangkan tidak terdengar, paling asap putih yang terlihat di tepi pantai kalau dari kejauhan,” ujarnya.
“Hampir tidak mungkin ada kejadian serupa yang ditimbulkan oleh Krakatau. Menurut saya, butuh waktu lama lagi sampai Krakatau besar lagi, mungkin ratusan tahun. Wallahualam,” tambahnya.
Untuk itu, dirinya menegaskan kepada masyarakat, khususnya yang akan berkunjung ke wilayah pesisir Pandeglang untuk tidak merasa khawatir dan takut akan terjadinya tsunami seperti yang terjadi di akhir 2018 lalu.
Baca Juga: Fakultas Teknik Untirta Bawa Pesan Bersihkan Laut dari Sampah
“Yang jelas aman. Selagi masih mengikuti himbauan dari pihak pemantau GAK, ya aman pastinya. Yang tidak boleh itu mendekat 2 kilometer dari pusat erupsi. Jadi berlibur di Carita dan Anyer aman,” tandasnya. (bud)





