Gubernur Banten Sambut Minat Investor Vietnam, Tiga Sektor Jadi Fokus Investasi

oleh -51 Dilihat
Gubernur Banten Andra Soni saat menerima kunjungan Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/7/2026). (poto: Website Pemprov Banten).

BANTENNOW.COM, KOTA SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif ketertarikan investor asal Vietnam yang berencana menjadikan Provinsi Banten sebagai salah satu pusat pengembangan investasinya.

Menurut Andra, Banten memiliki berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik bagi para investor, mulai dari letaknya yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, infrastruktur pelabuhan dan bandara, hingga jaringan jalan tol yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Andra saat menerima kunjungan Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Andra didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kurnia Satriawan.

Andra mengatakan, seiring semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam, Pemerintah Provinsi Banten mendukung peningkatan kerja sama investasi. Pemprov Banten juga berkomitmen memberikan kemudahan serta pendampingan kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di Banten sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ini baru tahap awal, kita membangun komunikasi. Karena banyak pengusaha di Vietnam yang meminta informasi terkait potensi investasi di Provinsi Banten. Nanti setelah ini kita akan mengadakan dialog melalui Forum Investment Banten yang menjadi rangkaian peringatan HUT Banten pada Oktober mendatang,” ujar Andra.

Berdasarkan hasil diskusi, lanjut Andra, terdapat tiga sektor yang menjadi perhatian investor Vietnam, yakni manufaktur, real estat, dan peternakan sapi perah. Menurutnya, ketiga sektor tersebut memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Banten.

“Apalagi jika melihat kebutuhan susu yang terus meningkat seiring adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika investor Vietnam berinvestasi di Banten, kita bisa memproduksi sendiri dengan dukungan teknologi yang mereka miliki,” katanya.

Sementara itu, Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, mengatakan banyak investor Vietnam tertarik berinvestasi di Banten karena lokasinya yang strategis serta potensi ekonomi yang masih terbuka luas.

“Itu yang membuat mereka tertarik dan meminta informasi secara detail terkait potensi investasi di Provinsi Banten,” ujar Edwin.

Selain itu, ia menilai Indonesia, termasuk Banten, memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Bahkan, secara keseluruhan Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Itu yang membuat investor tertarik,” pungkasnya. (way/sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.