Data tersebut menjadi dasar kuat bagi Pemkab Tangerang untuk terus berupaya melakukan percepatan penurunan AKI, AKB, dan stunting.
Berdasarkan survei SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2022, angka stunting di Kabupaten Tangerang berada di angka 21,1 persen, namun hasil SKI (Survei Kesehatan Indonesia) tahun 2023 justru menunjukkan peningkatan menjadi 26,4 persen.
Bacaan Lainnya:
Syaifullah menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dan sektor dalam menekan angka kematian dan stunting ini. Menurutnya, evaluasi program kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas dan kecamatan, merupakan langkah vital dalam memastikan setiap strategi dan kebijakan dapat berjalan efektif.
“Sinergi kuat antara berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kita bisa terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang. Evaluasi ini adalah kesempatan bagi kita untuk melihat sejauh mana program yang sudah dilaksanakan dan apa kendalanya,” jelasnya lebih lanjut.





