BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – KBupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Tangerang di Aula Masjid Al-Amjad, Sabtu (25/04/2026).
Sebanyak 393 jamaah haji diberangkatkan dalam kelompok terbang (kloter) ke-5 untuk Provinsi Banten, sekaligus menjadi kloter pertama bagi jamaah asal Kabupaten Tangerang pada musim haji 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah dalam kondisi sehat menjelang keberangkatan. Ia menjelaskan, para jamaah akan singgah terlebih dahulu di Embarkasi Cipondoh untuk proses registrasi dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji dalam keadaan sehat. Setelah ini akan menuju embarkasi untuk registrasi dan beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa total jamaah haji asal Kabupaten Tangerang tahun 2026 mencapai 2.090 orang yang terbagi dalam tujuh kloter.
“Secara keseluruhan, total jamaah haji tahun 2026 asal Kabupaten Tangerang sebanyak 2.090 orang yang dibagi menjadi tujuh kloter,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal juga menyampaikan adanya peningkatan perhatian dari Pemerintah Daerah kepada para jamaah haji, salah satunya melalui pemberian uang saku. Jika pada tahun 2025 sebesar Rp500 ribu, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp750 ribu untuk setiap jamaah.
“Alhamdulillah, perhatian pemerintah daerah kepada jamaah haji terus meningkat. Tahun ini uang saku naik menjadi Rp750 ribu per jamaah,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh jamaah haji, baik dari Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, maupun seluruh Indonesia, diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, menyebutkan bahwa jamaah haji termuda asal Kabupaten Tangerang berusia 17 tahun, sedangkan yang tertua berusia 88 tahun.
Ia menekankan kepada seluruh jamaah agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah, terutama saat memasuki fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) pada 8 hingga 13 Dzulhijjah.
“Ibadah haji ini memerlukan kondisi fisik yang prima, terlebih saat memasuki fase Armuzna. Kami mengimbau seluruh jamaah menjaga kesehatan agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa terkait dinamika dan ketegangan di wilayah Timur Tengah, hingga saat ini kondisi jamaah haji di Tanah Suci tetap aman dan tidak terdampak.
“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi jamaah haji di Tanah Suci tidak terganggu dan tetap aman,” tegasnya.





