Desa Sodong Masuk 30 Besar Nasional, Pemkab Tangerang Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

oleh -63 Dilihat
Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting kembali menunjukkan hasil. Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, terpilih sebagai salah satu dari 30 nominasi Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional Tahun 2026.

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting membuahkan hasil. Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, terpilih sebagai salah satu dari 30 nominasi Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Pencapaian tersebut ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) di Desa Sodong, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan capaian Desa Sodong merupakan prestasi yang luar biasa. Desa tersebut berhasil masuk dalam 30 besar nasional setelah melalui proses penilaian di tingkat regional.

“Desa Sodong ini luar biasa. Mengalahkan ratusan dan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk menjadi salah satu dari 30 desa yang dinilai dalam konvergensi penurunan stunting ini,” ujar Soma.

Menurutnya, masuknya Desa Sodong dalam nominasi tingkat nasional merupakan cerminan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang berjalan secara optimal di lapangan.

“Terpilihnya Desa Sodong sebagai nominasi tingkat nasional ini adalah capaian yang patut disyukuri bersama. Ini bukan sekadar keberhasilan satu desa, melainkan cerminan kerja keras dan konvergensi seluruh elemen masyarakat, kader, hingga pemerintah daerah,” ungkapnya.

Soma menegaskan, penanganan stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Tangerang karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia generasi mendatang.

Menurutnya, upaya menurunkan angka stunting bukan perkara mudah dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, kader, hingga masyarakat.

“Tidak mudah untuk menurunkan stunting. Ini adalah masalah kita bersama yang harus kita selesaikan juga secara bersama. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, dan desa-desa lainnya agar berprestasi seperti Desa Sodong,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran dan kepemimpinan kepala desa dalam menentukan strategi penanganan stunting yang tepat sasaran. Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemkab Tangerang terus memperkuat peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Stunting bukan semata-mata persoalan gizi, melainkan menyangkut kualitas SDM generasi mendatang. Kepemimpinan seorang kepala desa itu sangat penting, karena di sinilah bagaimana strategi untuk menuntaskan penanganan stunting bisa dilakukan. Oleh karena itu, TPPS di semua tingkatan terus dioptimalkan agar intervensinya benar-benar terkonvergensi,” tambahnya.

Dalam proses verifikasi tersebut, Pemkab Tangerang menyiapkan berbagai data, dokumen administrasi, serta keterlibatan langsung TPPS desa dan kecamatan. Kader Posyandu dan PKK juga turut dilibatkan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan dan capaian program penurunan stunting di Desa Sodong.

Verifikasi lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara transparan dan komprehensif mengenai berbagai inovasi serta upaya yang telah dilakukan Desa Sodong dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Pemkab Tangerang berharap proses penilaian tersebut dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus motivasi untuk terus memperkuat program pencegahan dan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Dengan sinergi seluruh pihak, Pemkab Tangerang berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan terbebas dari stunting. (sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.