“Alhamdulillah peserta dari delapan Kabupaten/Kota di Banten hadir. Awalnya jumlah peserta 15 orang, terakhir bertahan delapan peserta. Yang bertahan punya minat tinggi dan militan belajarnya ada yang sampai pagi,” sambungnya.
Baca Juga: Dewas Perumdam TKR Harus Lahirkan Inovasi Layanan Publik
Dalam pelatihan ini, peserta juga dilatih turun ke lapangan untuk mencari berita yang dibekali teori di kela. “Pelatihan ini tidak hanya di kelas. Kita juga ajak turun ke lapangan yakni di terminal Pakupatan. Kita lepas di terminal bebas mencari berita apa saja dengan panduan unsur-unsur berita yang diajarkan teori di kelas. Kita bagi tiga kelompok. Kelompok pertama mencari berita pengaruh pandemi covid 19 bagi pedagang buah atau apa di situ. Kelompok dua pengaruh di pedagang onderdil bekas yang ada di terminal. Dan kelompok ketiga pengaruh covid-19 terhadap angkutan penumpang, baik bus atau angkot,” ungkapnya.





