Bupati Tangerang Pimpin Rakor Antisipasi Dampak Aktivitas Gunung Anak Krakatau

oleh -448 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai langkah kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah dalam mengantisipasi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api maupun dampak terhadap masyarakat.

“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Maesyal.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah dan unsur Forkopimda terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung di wilayah masing-masing.

Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker ke sejumlah Puskesmas, masyarakat, dan tempat umum. Ketersediaan masker di apotek, minimarket, dan supermarket juga dipastikan masih mencukupi sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik.

“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja dan instansi terkait diminta aktif melakukan penyiraman jalan guna mengantisipasi dampak abu vulkanik. Upaya pencegahan kebakaran lahan dan semak-semak kering juga terus dilakukan.

Penyiraman rutin turut dilakukan di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat kondisi cuaca yang kering.

Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak. Sementara itu, unsur TNI dan Polri bersama perangkat daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan melalui piket harian.

“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan dalam rapat, aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga dan masih terjadi erupsi kecil. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Karhutla dan Sampah Liar Jadi Perhatian

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menambahkan, selain mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pemkab Tangerang juga masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembuangan sampah liar.

Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi kebakaran.

“Beberapa insiden kebakaran telah terjadi di beberapa titik, seperti di wilayah Bojong Nangka, lalu di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, serta di Desa Matagara. Untuk itu, pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah diminta terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Intan.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan pos pemadam kebakaran beserta kelengkapannya juga harus terus dipastikan, termasuk Pos Damkar 2 Pagedangan.

Selain itu, para pemulung diimbau tidak masuk dan melakukan pembakaran sampah di area TPA. Aktivitas tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, membahayakan keselamatan, serta menghambat proses pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Pemkab Tangerang pun meminta seluruh jajaran di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran sampah dan pentingnya menjaga lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca kering. (Sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.