Bupati Tangerang Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau

oleh -237 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 dan berpoto bersama Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada, di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Apel tersebut digelar sebagai langkah memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk memastikan seluruh unsur mampu melakukan pengawasan, pemantauan, serta merespons setiap potensi bencana secara cepat.

“Alhamdulillah hari ini kami didampingi Pak Kapolres, Pak Dandim, Dan Satradar, Lanud, Pak Kajari, dan Danpom melaksanakan apel kesiapsiagaan tanggap darurat. Musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang sehingga seluruh Forkopimda dan unsur terkait harus siap melakukan pengawasan, monitoring, sekaligus merespons setiap kejadian yang terjadi di masyarakat,” ujar Maesyal.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga terhadap potensi bencana lainnya, seperti kebakaran permukiman, kekeringan, serta kebutuhan air bersih masyarakat.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait, lanjutnya, terus melakukan langkah antisipasi sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Maesyal juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di lokasi yang mudah terbakar.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan melalui jajaran Polsek, Koramil, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah bersama unsur terkait terus merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi kekeringan dan keterbatasan air bersih.

“Kita semua terus merespons harapan masyarakat, terutama terkait kekeringan dan kebutuhan air bersih. Alhamdulillah, TNI, Polri, Dan Satradar, Kejaksaan, Lanud, dan seluruh unsur lainnya telah bergerak memberikan bantuan air bersih serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Apresiasi Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Pada kesempatan tersebut, Maesyal juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menangani kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, serta berbagai unsur terkait berhasil mempercepat proses penanganan kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Pemerintah Provinsi Banten, dan semua pihak, api dan asap di TPA Jatiwaringin dapat dipadamkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan semua pihak yang telah bekerja keras,” katanya.

Meski kebakaran telah berhasil ditangani, Maesyal meminta perangkat daerah dan instansi terkait tetap meningkatkan pengawasan di TPA Jatiwaringin maupun sejumlah titik yang rawan terjadi kebakaran.

Pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting karena musim kemarau masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kami berharap seluruh dinas terkait terus melakukan monitoring dan pemeliharaan kondisi TPA Jatiwaringin serta wilayah lainnya di setiap kecamatan dan kelurahan agar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Polresta Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada mengatakan, apel kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan personel dan seluruh pemangku kepentingan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Menurutnya, sinergi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah dan menangani kebakaran secara cepat dan efektif.

“Ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi bentuk persiapan kita dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel, khususnya di titik-titik yang rawan kebakaran selama menghadapi musim kemarau,” ujar Kapolresta.

Ia berharap kesiapsiagaan yang didukung koordinasi lintas sektor dapat meminimalkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tangerang.

Dengan demikian, keamanan dan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang dapat terus terjaga.tutupnya. (jt)

No More Posts Available.

No more pages to load.