Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program sosial seperti bedah rumah, bantuan modal usaha UMKM, serta beasiswa bagi ratusan pelajar dari keluarga kurang mampu.
“Baznas hadir membantu masyarakat pedesaan, membantu para yatim, duafa, janda, lanjut usia, dan memberikan beasiswa bagi ratusan pelajar SD dan SMP. Tujuannya sederhana—jangan sampai ada anak Kabupaten Tangerang yang tidak bisa sekolah karena keterbatasan biaya,” lanjutnya.
Bacaan Lainnya:
Baznas Kabupaten Tangerang mendapatkan sebagian besar dana dari aparatur sipil negara (ASN) dengan rata-rata Rp900 juta hingga Rp1,2 miliar per bulan.
Untuk ke depan, bupati mendorong ekspansi ke dunia usaha guna memperluas manfaat dan distribusi zakat yang lebih berkeadilan.
“Ekspansi ke dunia usaha sangat penting agar manfaat zakat semakin luas dan distribusinya semakin berkeadilan. Zakat ini bukan hanya soal kewajiban, tapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kita terhadap sesama,” katanya.







