Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani para atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
“Prestasi ini tidak diraih dalam satu hari, melainkan merupakan hasil dari perjalanan panjang dan latihan yang sungguh-sungguh,” katanya.
Menurut Sachrudin, kedisiplinan para atlet menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Kota Tangerang kembali menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Banten.
“Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari disiplin yang diterapkan kepada para atlet serta dukungan orang tua dan guru yang terus mendorong mereka meraih cita-cita dan menjadi juara,” lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan bonus dan dukungan pendidikan bagi para atlet berprestasi.
Bacaan Lainnya:
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan setiap atlet peraih medali emas kategori tunggal akan mendapatkan bonus sebesar Rp25 juta.
“Bonus tunggal peraih medali emas POPDA 2026 sebesar Rp25 juta,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Pemkot Tangerang juga memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan para atlet.
“Selain itu, bagi atlet yang lulus SMA akan kami fasilitasi beasiswa pendidikan gratis hingga lulus kuliah,” kata Kaonang.
Keberhasilan Kota Tangerang juga mendapat respons positif dari para atlet yang menjadi bagian dari perjuangan meraih gelar juara umum. Salah satunya Victoria, atlet panahan yang berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu.







