“Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah melarang sekolah mana pun menolak setiap anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di luar Sekolah Luar Biasa atau SLB. Maka dari itu, kami rasa perlu untuk mengadakan pelatihan pendidikan inklusi untuk setiap guru di Kota Tangerang,” tambahnya.
Sebanyak 90 peserta yang mewakili masing-masing sekolah mendapat pelatihan melalui daring dengan beragam pelatihan, yang diantaranya penguatan pendidikan karakter dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
“Mengingat pentingnya pendidikan inklusi, kami dari ADI memberikan beberapa mata pelatihan yang menunjang setiap guru dalam memfasilitasi pengajaran kepada murid-murid berkebutuhan khusus. Mulai dari bagaimana menangani anak lamban belajar, menyusun pembelajaran individual, hingga menjelaskan dan menangani perkembangan dan gangguan bicara-baca,” tutur Pengurus Pusat ADI, Yudha Prapantja yang turut menjadi moderator pada pelatihan inklusi.





