Menurut data yang disampaikan, Pemerintah Pusat menargetkan penemuan 50.000 penderita TBC secara by name by address sebagai bagian dari upaya eliminasi TBC nasional.
Namun, Provinsi Banten justru melampaui target tersebut dengan melakukan skrining terhadap lebih dari 1 juta orang — setara 20 kali lipat dari target awal, atau 75% dari target yang telah ditingkatkan.
“Dari target itu, kewajiban kita harus menemukan minimal 10 kali lipat atau idealnya sampai 20 kali lipat yang sudah di screening,” jelas Gubernur.
Bacaan Lainnya:
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kolaboratif kader kesehatan di Posyandu, Puskesmas, klinik, dan tenaga medis lapangan. Program eliminasi TBC sendiri merupakan bagian dari program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita mempunyai tanggung jawab melindungi warga kita dengan cara memberikan edukasi dan menemukan kasus-kasus baru TBC untuk ditindaklanjuti dan diobati sampai sembuh,” tegas Andra.





