TANGERANG — Meningkatnya curah hujan di Kabupaten Tangerang membawa ancaman demam berdarah dengue (DBD). Dalam menghadapi situasi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang tampil proaktif dengan fokus pada deteksi dini infeksi virus dan pengendalian reproduksi nyamuk Aedes Aegypti, vektor penyakit tersebut.
Nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi penyebar DBD, dikenal habitatnya di negara tropis seperti Indonesia, termasuk Kabupaten Tangerang. Dinkes intensif dalam sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap peningkatan kasus DBD, terutama dalam kondisi musim penghujan seperti sekarang.
Bacaan Lainnya:
Peningkatan curah hujan dapat menciptakan tempat perkembangbiakan jentik nyamuk DBD di barang bekas atau wadah yang menampung air hujan di sekitar tempat tinggal, terutama di wilayah yang jarang dibersihkan.
Kepala Dinkes, dr. Achmad Muchlis, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD dengan menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik) DBD.





