“Dengan kesadaran sendiri, kalau bertemu kami mengunakan Bahasa Sunda Tangerang,” ucapnya.
Diakui Bucek, selain ada Suku Betawi, Jawa dan Cina, Tangerang tidak bisa dilepaskan dari Bahasa Sunda karena di wilayah Tangerang ini memang banyak sekali orang-orang Sunda.
Dia memberi contoh, misalnya di Kabupaten Tangerang di Kecamatan Balaraja dan sekitarnya banyak dihuni orang Sunda. Demikian juga di Kota Tangerang di Kecamatan Cibodas, termasuk juga di Kota Tangerang di Kecamatan Pamulang.
“Bahasa Sunda Tangerang itu kalau digunakan penuturnya berbeda-beda nadanya, seperti di Kota Tangerang khususnya di Cibodas dengan di Gebang, itu berbeda. Kalau dituturnya nadanya ada yang agak panjang dan pendek,” terang Bucek lagi.
Menurutnya, zaman boleh saja berubah dan pasti akan berubah. Namun Bahasa Sunda Tangerang semestinya jangan punah. Bahasa tersebut harus terus digunakan penuturnya atau masyarakanya.





