Dikatakan pula, perkembangan teknologi tidak saja ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada, tetapi justru dapat membentuk budaya-budaya baru, seperti budaya media, budaya informasi atau budaya virtual.
Dari situlah, kata AB, kombinasi teknologi ini perlu sentuhan manusia beradab sebagai motorik untuk mengendalikan, agar ada simbiosis antara paradigma teknologi dan kebudayaan dengan teknologi yang manusiawi.
“Karena untuk mendorong perkembangan teknologi, daya kreativitas, rasionalitas, mental produktif, dan berorientasi ke depan diperlukan sentuhan manusia beradab yang mengedepankan nilai-nilai budaya. Agar teknologi tidak menggiring kita pada dekadensi moral,” tandasnya. (bud)






