1,2 Hektare Lahan Kumuh di Mauk Kini Berubah, Begini Wajah Barunya

oleh -90 Dilihat
Kawasan Kumuh
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, Senin (14/09/2026). Penataan kawasan kumuh pesisir menjadi salah satu fokus kolaborasi Pemkab Tangerang bersama berbagai pihak.

BANTENNOW.COM, TANGERANG — Perubahan kawasan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menjadi salah satu gambaran nyata penataan kawasan kumuh melalui kolaborasi berbagai pihak.

Sekitar 1,2 hektare lahan yang sebelumnya berada dalam kondisi sangat kumuh dan tidak tertata kini telah berubah menjadi kawasan hunian yang lebih sehat bagi masyarakat nelayan.

Perubahan tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama berbagai pihak, di antaranya Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa, serta masyarakat nelayan setempat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, Senin (14/09/2026).

110 Hunian Dibangun di Lahan yang Sebelumnya Kumuh

Penataan kawasan tersebut tidak hanya menyasar kondisi lingkungan, tetapi juga menyediakan hunian bagi masyarakat nelayan.

Lahan yang sebelumnya tidak produktif dan kumuh kini dibangun menjadi 110 hunian. Pemerintah daerah juga memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para nelayan.

“‎Saat ini, alhamdulillah sudah kita bangun lahan yang tadinya tidak produktif dan kumuh menjadi hunian yang sehat bagi para nelayan,” ungkapnya.

Selain hunian, Pemkab Tangerang turut membangun infrastruktur pendukung untuk menunjang aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Jalan, saluran air, dan penerangan jalan dibangun sebagai bagian dari penataan kawasan. Para istri nelayan juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.

“Pemerintah daerah juga memberikan kontribusi dengan membangunkan jalannya, saluran airnya, penerangan jalan, juga diberikan kesempatan untuk pelatihan bagi istri para nelayan,” tambahnya.

Kolaborasi Ubah Wajah Kawasan Pesisir

Penataan kawasan Tanjung Anom menjadi salah satu contoh bahwa penanganan kawasan kumuh membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Kawasan yang sebelumnya tidak tertata kini telah berkembang menjadi lingkungan hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat nelayan.

Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa penataan kawasan kumuh tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

SELARAS Jadi Penguatan Program Lingkungan

Pemkab Tangerang terus memperkuat komitmen penataan lingkungan dan permukiman melalui program unggulan pembangunan daerah SELARAS atau Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan.

Program tersebut mencakup sejumlah fokus, antara lain pengelolaan sampah, pengendalian banjir, dan pembangunan rumah layak huni.

“Kami sudah memiliki program unggulan pembangunan daerah terkait dengan lingkungan dan pemukiman yang berkesinambungan yaitu Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS),” tegasnya.

Melalui program tersebut, penataan kawasan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan hunian dan infrastruktur, tetapi berlanjut pada upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, penataan kawasan pesisir juga diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga. (afa)

No More Posts Available.

No more pages to load.