ZOOM MEETING, EFEKTIFKAH?

oleh -1717 Dilihat
oleh

BANTENNOW.COM, – Tanpa kita sadari Pandemi Corona Virus yang melanda Indonesia sudah berjalan hampir 11 bulan. Dampak pandemic ini sungguh memukul negeri kita di segala sektor.

Baik ekonomi, social, politik dan budaya. AtauI IPOLESOSBUDHANKAM(Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial,Budaya , Pertahanan dan Keamanan) . Tak cuma itu, pandemic inipun membawa imbas pula pada sektor Pendidikan.

Pertemuan Guru dan Murid yang biasanya berlangsung di sekolah, di kelas,secara off line, mau tidak mau kini harus berubah menjadi BDR (Belajar Dari Rumah) atau online class.Hal ini bertujuan agar penyebaran virus corona ini tidak meluas menjadi kluster-kluster baru di institusi pendidikan.

Tentu saja perubahan metode dan teknik mengajar lewat online ini menimbulkan masalah baru yang harus diatasi oleh Dinas Pendidikan dari Pusat sampai Daerah.

Betapa tidak, guru yang biasanya berteman dengan spidol dan whiteboard/ papan tulis tiba-tiba harus berubah menggunakan komputer/ lap top dan smart phone. Guru juga harus mempelajari berbagai aplikasi yang dapat menunjang proses belajar mengajar secara online/daring.

Anda bisa bayangkan, seorang guru harus belajar lagi memaksimalkan menggunakan lap topnya atau mempunyai Hp yang canggih agar bisa menjalankan tugasnya di masa covid19 ini.

Syukur-syukur kalau ia tinggal di perkotaan,bagaimana dengan guru yang mengabdi di daerah pedalaman? Tak ada signal, tak ada aliran listrik yang memadai, tak punya lap top pula.

Banyak aplikasi yang tersedia bagi seorang guru untuk menunjang tugasnya dalam proses belajar mengajar lewat daring. Internet menyediakan itu semua.

Ada aplikasi What’s up, Zoom, Google classroom, Google meet, Schoology, dan lain-lain. Dan yang cukup populer yang banyak digunakan saat ini adalah aplikasi ZOOM MEETING.

Dulu zoom digunakan untuk pertemuan conference / meeting yang tujuannya memungkinkan sejumlah orang mengadakan pertemuan lewat online dikarenakan jarak yang jauh, waktu yang tidak memungkinkan untuk bertemu secara langsung dan sesegera mungkin, juga beberapa alasan lainnya.

Namun saat ini zoom digunakan para akademisi baik guru, dosen maupun pekerja kantoran karena adanya peraturan pemerintah yang melarang melakukan kegiatan berkumpulnya masa dalam kelompok- kelompok, dan membatasi pertemuan yang tidak terlalu mendesak.

Mari kita lihat, mengapa umumnya masyarakat memilih aplikasi zoom? Ada beberapa pendapat mereka :

1. Aplikasinya mudah diunduh/ down load

2. Ada fasilitas gratis tak berbayar selama 40 menit di setiap pertemuan

3. Bisa memuat banyak participant/peserta. Bisa 1000 bahkan, tapi berbayar.

4. Siapapun bisa memakai aplikasi zoom ini, tidak hanya para akademisi, ibu-ibu majelis taklim pun sekarang sudah menggunakan zoom, padahal tadinya boro-boro nyentuh lap top.

5. Dalam zoom meeting, pembicara dapat men share screen/ slide materi yang akan disampaikan. Sehingga peserta terbantu dalam memahami materi yang disampaikan.

6. Ada interaksi antara pembicara dan peserta lewat visual and auditori. Lewat suara dan gambar di layar monitor.Peserta dan pembicara dapat melakukan dialog, tanya jawab dan memberikan komentar. Dimana hal ini tidak terjadi bila menggunakan aplikasi google classroom, misalnya.

Namun disamping memiliki kelebihan, aplikasi Zoom juga banyak memiliki kelemahan / kekurangan , misalnya :

1. Guru/ si pembicara tidak dapat memonitor secara utuh apa yang dilakukan oleh para peserta zoom saat pembelajaran sedang berlangsung. Misalnya; siswa tiduran saat guru menjelaskan, siswa main game di Hp nya,atau siswa asyik chatting dengan temannya, padahal zoom sedang berlangsung.

Hal ini diperparah lagi jika si guru tidak tegas dalam membuat peraturan/ kesepakatan di awal pembelajaran, maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan sukses.

Peraturan pertama yang harus dikuatkan misalnya nyalakan video/kamera saat pembelajaran daring sedang berlangsung. (on Cam, istilahnya). Mengapa Harus on cam? Mengapa peraturan ini perlu diterapkan?

a. Agar guru dapat memantau dan melihat ekspresi siswa didiknya saat proses belajar berlangsung. Apakah dari wajahnya dia memahami materi yang disampaikan atau tidak, mengangguk atau berkata ya, mengerti. Gesture bisa mewakili hal tersebut dari ekspresi wajah dan suara peserta didik.

b. Agar murid dapat fokus mendengarkan penjelasan gurunya. Karena itulah penting bagi guru untuk melengkapi presentasi tampilannya di zoom lewat Slide materi / video yang di share saat proses KBM (kegiatan belajar mengajar) berlangsung. Hal ini juga dapat menghindari murid dari rasa bosan dan ngantuk saat guru menyampaikan materinya.

Guru juga dapat memancing keaktifan siswa dengan memanggil namanya untuk lebih fokus pada layar monitor, juga dapat bertanya pada siswa apabila masih ada yang belum mereka pahami.

Bila kamera di off kan oleh siswa, guru dapat menegaskan, bahwa kehadiran siswa / absensi tergantung dari kamera mereka on/off .Apabila ingin dianggap hadir,aktifkan kamera nya di layar zoom.

c. Siswa dapat merespon instruksi guru atau megikuti gerakan yang dicontohkan guru lewat layar monitor. Misalnya pada saat Ice breaking.

2. Waktu penggunaan Zoom terbatas hanya 40 menit jika tak berbayar, beda dengan aplikasi Google Meet yang bisa sampai 2 jam pemakaiannya. Sayang, lebih popular Zoom dari pada Google Meet.

3. Zoom banyak menyedot paket data saat digunakan, dan signal harus kuat (net connection harus kuat).

4. Zoom kurang cocok apabila digunakan untuk siswa Sekolah Dasar. Khususnya pelajaran Matematika, karena butuh penjelasan yang rinci tentang proses berhitung atau pemecahan soal. Videp pembelajaran lebih tepat digunakan untuk belajar matematika.

Namun, zoom cukup bermanfaat jika hanya untuk tanya jawab atau berinteraksi secara virtual.
Bagaimana agar penggunaan aplikasi Zoom meeting ini membawa hasil yang memuaskan:

– Pastikan signal kuat dan lap top full battery
– Usahakan absensi dengan menyalakan kamera bagi peserta, on cam istilahnya. Agar guru dapat memantau konsentrasi siswa .
– Si pembicara/ guru usahakan berpenampilan cerah dan pakaian yang eye catching, karena akan disaksikan berpuluh-puluh mata pesertanya.
– Suara si pembicara/ guru harus jelas intonasinya, tidak terlalu cepat, volume juga cukup terdengar dengan jelas bagi para peserta zoom.
– Agar lebih mudah memahami materi, gunakan slide/PPT yang dapat di share screennya.

Terlepas dari itu semua, aplikasi Zoom Meeting paling tidak dapat membantu para guru dalam proses belajar megajar. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya .
Baik, semoga tulisan ini bermanfaat.

Penulis: Dini Mailani
Mahasiswa Pasca Sarjana Uhamka, Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris.

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Banten Now merupakan portal online berita dan hiburan dibawah naungan PT INTAN PERMATA MEDIA yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri. Berita www.bantennow.com diupdate selama 24 jam. www.bantennow.com memiliki beragam konten dari info komunitas, berita umum, politik, peristiwa, internasional, bisnis, lifestyle, olahraga/sports, otomotif, teknologi, dan lainnya. Para pembaca kami adalah profesional, karyawan kantor, pengusaha, politisi, pelajar, mahasiswa dan ibu rumah tangga.

No More Posts Available.

No more pages to load.