Wabup Tangerang membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN”

oleh -254 Dilihat
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN”, di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Senin (4/5/2026)

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN” dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Senin (4/5/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa isu pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan lagi persoalan individu semata, melainkan persoalan serius yang berkaitan dengan relasi kuasa, budaya organisasi, serta kualitas tata kelola kelembagaan. Untuk itu, ia mendorong seluruh ASN agar senantiasa menjunjung tinggi nilai profesionalitas, integritas, dan rasa aman di lingkungan kerja.

“Lingkungan kerja yang aman adalah prasyarat utama bagi terwujudnya birokrasi yang profesional. Jika rasa aman tidak terpenuhi, maka bukan hanya individu yang terdampak, tetapi juga kinerja organisasi dan kepercayaan publik,” ujar Intan.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi terjadinya pelecehan seksual di lingkungan internal pemerintahan. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, baik verbal maupun nonverbal.

“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang menjadi korban pelecehan. Sekecil apa pun bentuknya, baik ucapan, candaan yang merendahkan, maupun tindakan lainnya, itu tetap tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh ASN, khususnya perempuan, untuk berani berbicara dan melaporkan jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan pelecehan seksual.

“Jangan takut untuk speak up. Saat ini salah satu pimpinan di Kabupaten Tangerang adalah perempuan. Saya pastikan akan berdiri membela korban jika itu benar terjadi,” tandasnya.

Menurutnya, dampak kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis yang dapat membekas dalam jangka panjang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menangani persoalan tersebut, salah satunya dengan menyiapkan fasilitas pendukung berupa layanan trauma healing bagi korban.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang juga tengah menyiapkan layanan trauma healing bagi korban,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganan pelecehan seksual harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan sistem, peningkatan kesadaran, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum dan tenaga profesional.

“Seminar ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat reformasi birokrasi yang berorientasi pada perlindungan, profesionalitas, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang memperkaya wawasan peserta, mulai dari perspektif hukum terkait sanksi dan mekanisme pelaporan hingga pendekatan psikologis dalam penanganan korban.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja ASN yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan gender,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Polresta Tangerang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, serta peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.