“Semua pengelolanya ibu-ibu yang menjadi pengurus bank sampah. Ibu-ibunya semangat sekali menerima, menimbang, dan mencatat sampah yang telah dipilah,” tambahnya.
Menurut Wabup Intan, kebiasaan memilah sampah yang telah terbentuk di lingkungan RW 18 patut menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Warga sudah dibiasakan untuk memilah dan mengelompokkan sampah yang mau disetorkan,” ujarnya.
Bacaan Lainnya:
Wabup tidak hanya menyoroti semangat para pengurus, tetapi juga memaparkan sistem yang berlaku di Bank Sampah, di mana masyarakat tidak hanya berperan menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi.
“Jadi saat ke bank sampah, plastik, botol, karton, kaleng, dan minyak jelantah langsung ditimbang dan dicatat hasilnya. Kemudian uangnya bisa diambil menjelang Hari Raya Lebaran,” jelasnya.
Selain memberikan apresiasi, Wabup Intan menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan Bank Sampah Gemilang, khususnya dalam aspek pengelolaan sampah berkelanjutan dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat.






