BANTENNOW.COM, JAKARTA – Masa kecil merupakan fase krusial yang menentukan masa depan seorang anak. Namun di era digital saat ini, para orang tua—khususnya ibu—menghadapi tantangan berat dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara utuh.
Derasnya arus informasi dan masifnya penggunaan gawai membuat anak-anak lebih cepat terpapar dunia digital dibandingkan nilai-nilai kehidupan esensial seperti etika, empati, dan keterampilan sosial.
Kondisi ini tercermin dari data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, yang mencatat bahwa sekitar 34,9% anak Indonesia—atau setara 15,5 juta anak—mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.
Bacaan Lainnya:
Lebih mengkhawatirkan lagi, 64,7% anak dilaporkan mengalami konflik dengan keluarga, sementara 41,1% kesulitan menjalin hubungan dengan teman sebaya.
Psikolog Elisabeth Santoso, M.Psi, mengungkapkan bahwa peran ibu sangat sentral dalam membangun ketahanan mental anak.
“Kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan mereka dengan orang tua, terutama ibu. Kasih sayang, komunikasi yang terbuka, dan bonding yang positif dapat menjadi ‘tameng’,” jelas Elisabeth.





