Keterlibatan aktif ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi salah satu kunci sukses kegiatan ini. Doni menambahkan bahwa partisipasi ibu-ibu tersebut menjadi motor penggerak yang mampu menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menanam bahan pokok yang vital ini.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Bacaan Lainnya:
Pelepasan Jabatan Putri Anak & Remaja Banten 2025–2026 Berlangsung Khidmat, Syahira Raih Best Model Tribute
“Dengan setiap rumah tangga yang menanam cabai, kita berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pasar, sehingga dapat membantu stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” lanjut Doni.
Di tempat yang sama, Kepala SDN 02 Kaduagung, Murni Rotiyani, menyampaikan bahwa para siswa juga terlibat aktif dalam kegiatan ini.
“Kami menerima 250 bibit dan 350 benih cabai dari Dinas Pertanian. Siswa kelas 4-6, sekitar 200 orang, ikut serta dalam penanaman ini. Mereka juga mendapatkan bimbingan untuk menanam dengan baik, sehingga diharapkan saat panen nanti, hasilnya bisa optimal,” jelasnya.





