Meski menelan kekalahan, permainan DUTAS FC tetap mendapat apresiasi dari penonton. Skema sederhana yang diterapkan Baron dianggap cukup efektif dan menjanjikan, terutama dalam menghadapi lawan yang tangguh.
“Anak-anak sudah berjuang maksimal di lapangan, meskipun hasilnya belum sesuai harapan. Yang terpenting mereka bisa menambah pengalaman dan menjaga sportivitas,” ujar Baron seusai pertandingan.
Sebelumnya, ia menyebut turnamen ini bukan semata-mata soal hasil akhir, melainkan tentang bagaimana peserta bisa belajar, menjaga sportivitas, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan.
Bacaan Lainnya:
“Turnamen ini sangat bagus untuk membangkitkan semangat olahraga dan kebersamaan warga Kadu Sabrang, apalagi bertepatan dengan momen kemerdekaan,” tambahnya.
Untuk diketahui, turnamen ini diikuti tujuh tim dari berbagai RT di lingkungan RW 02. Selain menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, ajang ini juga diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. (afa)






