BANTENNOW.COM, TANGERANG – Punya anak menderita hidrosefalus, perayaan Hari Anak Nasional (HAN) pada Kamis (23/7/2020), seperti tidak berarti bagi pasangan suami istri, Uus (40) dan Sania (27).
Bukankah sejak anak ketiga mereka lahir selalu dirundung kesedihan dan kesedihan? Benar, selama sembilan bulan usia anak ketiganya itu, maka selama itu pula air mata mereka kerap jatuh.
Anak itu diberi nama Komarullah (9 bulan). Ketika anak laki-laki itu lahir, Sania, ibunya langsung menangis pilu dan tak lama kemudian pingsan. Sebab, anaknya itu lahir tidak sempurna.
Komarullah menderita hidrosefalus. Kepalanya tampak besar. Bagian atas kepalanya seperti tidak memiliki batok kepala. Selain menderita hidrosefalus, mata sebelah kiri anak itu setengah tertutup atau rapat dan seperti tidak punya bola mata.
Tidak hanya itu, hidung sebelah kiri Komarullah juga belah dan tidak memiliki batang hidung, sehingga hidungnya itu membentuk coakan. Bibirnya pun sumbing dan kaki sebelah kiri bengkok.






